Sanggahan

Dalam proses pendaftaran merek di Indonesia, terdapat berbagai tahapan yang harus dilalui sebelum suatu merek resmi terdaftar. Tidak jarang, pemohon menghadapi tantangan berupa penolakan sementara atau keberatan dari pihak ketiga.

Dalam kondisi tersebut, tersedia mekanisme sanggahan yang terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu:

Jawaban terhadap
usul tolak
Sanggahan terhadap
keberatan (oposisi)

Jawaban terhadap usul tolak

Apa Itu Usul Tolak?

Usul tolak merupakan pemberitahuan dari pemeriksa merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bahwa permohonan merek berpotensi untuk ditolak berdasarkan hasil pemeriksaan substantif.

Alasan umum usul tolak:

Merek dianggap tidak memiliki daya pembeda.

Persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan merek terdaftar.

Merek bersifat deskriptif atau menyesatkan.

Jawaban terhadap usul tolak diberikan untuk:

Membantah alasan penolakan dari pemeriksa.

Meyakinkan bahwa merek masih layak untuk didaftarkan.

Memberikan klarifikasi hukum dan fakta.

Strategi penyusunan

Dalam menyusun jawaban terhadap usul tolak, beberapa pendekatan yang dapat dilakukan antara lain:

01

Analisis komparatif
merek (visual, fonetik,
konseptual).

02

Argumentasi hukum berdasarkan undang undang merek.

03

Pembuktian daya
pembeda, termasuk
bukti penggunaan.

Sanggahan terhadap keberatan (oposisi)

Apa Itu Keberatan?

Setelah lolos pemeriksaan formalitas dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek, pihak ketiga diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan terhadap permohonan merek yang dianggap merugikan hak mereka.

Keberatan ini biasanya diajukan oleh:

Pihak merek terdaftar sebelumnya.

Pihak yang merasa
dirugikan.

Fungsi sanggahan terhadap keberatan:

Sanggahan terhadap keberatan merupakan tanggapan dari pemohon atas oposisi yang diajukan pihak ketiga. Tujuannya adalah:

Membela hak pemohon atas
merek yang diajukan

Menunjukkan bahwa keberatan
tidak berdasar

Memastikan permohonan tetap
dapat diproses lebih lanjut

Strategi penyusunan

Karena melibatkan pihak ketiga, sanggahan jenis ini umumnya lebih kompleks. Beberapa strategi yang dapat digunakan:

Menganalisis legal standing pihak pengaju keberatan.

Membantah dalil kerugian atau persamaan yang diajukan.

Menyusun argumentasi hukum yang sistematis dan persuasif

Perbedaan kedua jenis sanggahan

Jawaban Usul
Tolak

Sanggahan terhadap
Keberatan

Pihak yang mengajukan

Pemeriksa merek

Pihak ketiga

Tahapan proses

Pemeriksaan substantif

Masa pengumuman

Fokus utama

Meyakinkan pemeriksa

Membantah pihak lawan

Pentingnya pendampingan
profesional

Baik jawaban terhadap usul tolak maupun sanggahan terhadap keberatan memerlukan pemahaman hukum merek yang mendalam dan penyusunan argumentasi yang tepat dan terstruktur.

Kontak Kami
+62 822–6226–3636